Topik Terkini

Selasa, 19 September 2017

MENGENDALIKAN LIDAH


Ringkasan dari Kitab Mensucikan Jiwa karangan Sa’id Hawa
(intisari ihya’ ulumudin al-Ghazali)
Oleh: Helmira Marna, S.Hi
Cara-cara menyucikan Jiwa antara lain adalah dengan mengendalikan lidah . karena ada beberapa jenis perkataan yaitu:
v Perkataan yang buruk
v Perkataan yang lebih buruk
v Keji
v Lebih keji
v Baik
v Dan lebih baik
(Allah menganjurkan kita mengucapkan perkataan yang lebih baik).
 (Qs. al-isra’ ayat 53 artinya: “dan katakanlah kepada hamba-hambaku: ‘hendaklah mereka mengucapkan yang lebih baik. Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka).
Kewajiban utama kita dalam urusan lidah:
v Menggunakannya dalam dakwah kepada kebaikan
(Qs. Ali Imran : 104)
v Amar ma’ruf  nahi munkar
(Qs. Ali Imran :104)
v Mendamaikan persengketaan
 (QS. an-Nisa’:114)
v Menyerukan kebaikan dan taqwa
(Qs. al-Mujadilah:9)
            Kenapa kita harus mengetahui dan mempelajari tentang keburukan?
عرفت الشر لا للشر لكن لتوقيه ومن لا يعرف الشر يقع فيه
Artinya: “aku mempelajar keburukan bukan untuk keburukan, tetapi untuk menghindarinya. Siapa yang tidak mengetahui keburukan pasti terjatuh ke dalamnya.
       
             BAHAYA LIDAH DAN KEUTAMAAN DIAM:
v Siapa yang diam pasti selamat     من صمت نجا                      (HR Tirmidzi, hadits gharib dan diriwayatkan thabrany dengan sanad jayyid)[1]
v Diam adalah kebijaksanaan, tetapi sedikit sekali orang yang melakukannya. (luqman)
v Uqbah bin ‘Amir pernah bertanya kepada Rasulullah S.A.W, apakah jalan keselamatan? Nabi S.A.W menjawab: “tahanlah lidahmu, perluaslah rumahmu dan tangisilah kesalahanmu. (HR Tirmidzi, hadits hasan)
v من يتكفل لي بما بين لحييه ورجليه أتكفل له بالجنة ( رواه البخاري)
Artinya: “siapa yang menjamin untuk ku apa yang ada diantara dua janggutnya dan dua kakinya maka aku menjamin untuknya sorga.
v Ibn Mas’ud mengatakan:  “wahai lidah, berkatalah yang baik pasti kamu beruntung dan diamlah dari mengatakan keburukan pasti kamu selamat sebelum menyesal”.
يا لسان قل خيرا تغنم واسكت عن شر تسلم من قبل أن تندم
v Hasan al-Basri mengatakan: “sesungguhnya lidah orang mukmin berada di belakang hatinya. Apabila ingin berbicara tentang sesuatu maka ia merenungkannya dengan hatinya kemudian lidahnya melaksanakan. Sedangkan lidah orang munafiq berada di depan hatinya. Apabila menginginkan sesuatu maka ia menunaikannya dengan lidah dan hatinya.
v Umar menyatakan: “siapa yang banyak omongannya banyak kesalahannya. Siapa yang banyak kesalahannya banyak pula dosanya dan siapa yang banyak dosanya maka api neraka lebih cocok untuknya.
v Kenapa diam memiliki keutamaan? Karena pada lidah banyak terdapat penyakit, seperti salah ucap, dusta, namimah, riya, nifaq dan lain-lain. Sedangkan sedangkan diam adalah jalan keselamatan, mengandung kewibawaan, konsentrasi untuk berfikir, dzikir dan ibadah.
    20 PENYAKIT LIDAH:
1.   Pembicaraan yang tidak berguna
v من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه  (diantara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna)
v Siapa yang mengatakan sesuatu yang tidak bermanfaat maka dia dihisab atas perkataanya. Jika perkataannya tidak mubah maka tidak tersedia sorga baginya. Di samping bahwa pertanyaan dalam hisab itu sendiri merupakan salah satu jenis siksaan.
v Batasan perkataan yang tidak bermanfaat adalah anda mengatakan suatu pembicaraan yang sekiranya tidak diucapkan maka anda tidak berdosa dan tidak membahayakan  keadaan maupun harta.
v Penyebab penyakit ini adalah rasa ingin tahu apa yang tahu apa yang tidak gbermanfaat baginya. Atau bermanis kata sebagai ungkapan kasih sayang, atau mengisi waktu dengan berbagai cerita yang tidak bermanfaat
v ‘Ilaj (Obat)nya adalah mengetahui bahwa kematian ada dihadapannya, bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kata yang diucapkan. Bahwa nafasnya adalah modal, lidah adalah jarring yang bisa dipakai untuk mendapatkan bidadari sorga. Sehingga menyia-nyiakan hal tersebut adalah kerugian.
v Obat yang lain bisa dengan melakukan ‘uzlah’[2]  atau meletakkan kerikil di dalam mulutnya atau mewajibkan diri untuk diam dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
2.   Berlebihan dalam berbicara (  الفضول من الكلام)
v             Yaitu berbicara yang tidak bermanfaat dan menambah pembicaraan sehingga melebihi keperluan. Jika telah sampai maksud perkataan dengan satu kalimat, namun masih ditambah dengan kalimat ke-2, maka kalimat ke-2 adalah kelebihan. Hal ini tercela, meskipun tidak mengandung dosa dan bahaya.
v Rasulullah S.A.W bersabda:”berbahagialah orang yang dapat menahan kelebihan lidahnya (berbicara) dan menginfakkan kelebihan hartanya”.
v Apabila seseorang berada dalam sebuah majlis lalu berambisi untuk bicara maka hendaklah ia diam dan apabila ia diam, lalu selalu ingin diam, maka hendaklah ia bicara.(perkataan kaum bijak bestari)
v Termasuk fitnah seorang alim ialah jika ia lebih suka berbicara ketimbang mendengarkan. Jika sudah ada orang yang berbicara cukup maka mendengarkan adalah keselamatan. Sedangkan ikut bicara adalah kelebihan omongan dan kekurangan. ( Yazid bin Abu Hubaib)
v 2 hal yang menghancurkan orang: kelebihan harta dan kelebihan bicara (Ibrahim)
3.   Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil
v Yaitu pembicaraan tentang berbagai kemaksiatan. Seperti, menceritakan ihwal perempuan, minuman keras, tempat kesenangan orang fasiq dan orang kaya dan lain-lain.
v Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang membuat teman-teman duduknya tertawa, tetapi ucapan tersebut menjerumuskannya lebih jauh dari bintang tsuraya (HR Ibn Abi Dunya dengan sanad Hasan)
v Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang tidak diperdulikannya tetapi Allah mengangkatnya dengan kalimat itu ke tingkatan sorga yang tertinggi. (Abu Hurairah)
v Orang yang paling besar dosanya pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil (HR Ibn Abi Dunya, sanadnya mursal dan perawinya tsiqah dan thabarany meriwayatkan secara mauquf pada Ibn Mas’ud dengan sanad shahih)
v Termasuk kategori ini adalah membicarakan berbagai bid’ah dan berbagai mazhab yang sesat (kecuali untuk menolak dan membantahnya), atau menceritakan peperangan sahabat dengan maksud merendahkan sebagian sahabat.          
4.   Perbantahan dan perdebatan
v Jangan kamu mendebat saudaramu, janganlah kamu mempermainkannya dan janganlah kamu membuat janji dengannya lalu tidak kamu tepati (HR Tirmidzy)
v Siapa yang meninggalkan perbantahan padahal dia benar maka dibangun untuknya sebuah rumah di sorga yang paling atas. Siapa yang  meninggalkan perbantahan sedangkan dia salah maka dibangun untuknya sebuah rumah di bagian pinggir sorga. (HR Tirmidzi, hadits hasan)
5.   Pertengkaran
v Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling keras dalam pertengkara. (HR Bukhari)
v Jauhilah pertengkaran karena ia dapat mengikis agama. (sebagian ulama)
6.   Memaksakan bersajak dan membuat-buat kefasihan
v Yaitu mengeluarkan kata – kata dengan memaksakan bersajak (menghias ungkapan), membuat – buat dan menga-ngada, bertele-tele dan banyak retorika. Ini dinamakan takalluf dalam bicara.
v “Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan orang yang tempat duduknya paling jauh dariku adalah orang-orang yang banyak bicara , sok tahu dan sok fasih dalam bicara”. (HR Ahmad, hadits hasan)
7.   Berkata keji, jorok dan cacian
v Berkata keji, jorok dan cacian adalah sumber keburukan dan kehinaan
v “jauhilah kekejian karena Allah tidak suka kekejian dan membuat-buat kekejian” (HR Nasa’I , Ibn Majah dan dishahihkan Hakim)
8.   Melaknati
v Termasuk melaknat binatang, benda mati atau manusia
v Laknat berarti pengusiran dan penjauhan dari Allah.
v “Orang mukmin itu bukan orang yang suka mencela “ ((HR Tirmidzi)
v “Janganlah kalian saling melaknati dengan laknat Allah dan jangan pula dengan kemurkaan-Nya atau dengan neraka jahannam.(HR Tirmidzy)
v Tidaklah suatu kaum saling melaknat kecuali mereka akan terkena perkataan itu (Hudzaifah)
v Tidak ada seseorang yang melaknat bumi kecuali bumi itu akan berkata:”semoga Allah melaknat orang yang paling bermaksiat kepada Allah.
9.   Nyanyian dan syair
v Syair yang dicela adalah yang mengandung unsur celaan dan dusta. Begitu juga nyanyian yang melalaikan.  Jika isi kandungannya baik maka tidak mengapa. Karena sesungguhnya diantara syair itu ada hikmah.
10.  Senda gurau
v Yakni senda gurau yang berlebihan atau terus menerus. Karena akan terjerumus kepada hal-hal yang sia-sia  senda gurau juga akan menyebabkan banyak tertawa sehingga bisa mematikan hati.
v Senda gurau yang dibolehkan adalah yang dilakukan sekedarnya dan tidak mengandung unsur kebohongan seperti sabda Nabi S.A.W: “susungguhnya aku bersenda gurau tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.
11.  Ejekan dan cemoohan
v Wahai orang –orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang  lain. Karena boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. (QS. Al-Hujurat: 11)
12.  Menyebarkan rahasia
v Termasuk khianat apabila kamu menyebarkan rahasia saudaramu (al-Hasan)
v Diharamkan karena mengandung bahaya dan merupakan kehinaan sekalipun tidak mengandung bahaya.
13.  Janji palsu
v ‘Hai orang-orang yang beriman tepatilah janji-janjimu (al-Maidah:1)
v “3 hal siapa yang berada padanya maka dia adalah munafiq: sekalipun puasa, shalat dan mengaku muslim, apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila diberi amanah mengkhianati”. (HR Bukhari Muslim)
14.  Berdustaan dalam perkataan dan sumpah
v “sesungguhnya dusta membawa kepada kedurhakaan, sedangkan kedurhakaan menyeret ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang berdusta hingga ditulis disisi Allah sebagai pendusta. (HR Ahmad)
15.  Menggunjing (Ghibah)
v Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati(al-Hujurat:12)
v Makna ghibah: menyebutkan sesuatu yang tidak disukai saudara seandainya ia mendengarnya. Baik kekurangan yang ada pada badan, nasab, akhlak, perbuatan, perkataan, agama atau dunianya, bahkan pakaian, rumah dan kendaraannya.
v Ibn Sirin menyebut seseorang seraya berkata: dia orang hitam, kemudian dia mengucapkan aku mohon ampun kepada Allah, sesungguhnya aku telah menggunjingnya.
16.  Namimah (menghasut)
v Tidak masuk sorga orang suka menghasut (HR Bukhari muslim)
v Tidak masuk sorga orang yang suka mengadu domba (HR Thabrani)
17.  Perkataan yang berlidah dua
v Siapa yang punya wajah dua di dunia maka dia punya 2 lidah dari api pada hari kiamat. (HR Bukhari dan Abu Daud)
18.  Sanjungan
v Celaka kamu, kamu telah memenggal leher temanmu seandainya dia mendengarnya niscaya dia tidak akan beruntung.
v Jika salah seorang diantara kalian harus menyanjung saudaranya, maka hendaklah dia mengatakan “aku menghargai si fulan, tetapi aku tidak menyatakan kesucian seseorang dihadapan Allah. Allahlah yang akan memuliakannya jika memang demikian halnya. (HR Bukhari muslim)
19.  Kurang cermat dalam pembicaraan
v Nabi bersabda: janganlah salah seorang diantara kamu berkata ‘apa yang dikehendaki Allah dan yang engkau kehendaki. Tetapi katakanlah ‘apa yang Allah kehendaki kemudian yang engkau kehendaki.
20.  Melibatkan diri secara bodoh pada bebeberapa pengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan
v Biarkanlah apa yang aku biarkan untuk kalian, karena sesungguhnya orang-orang yang sebelum kalian binasa karena banyak bertanya dan menentang Nabi mereka.


[1] Yaitu dengan sanad (perawi ) yang baik sehingga haditsnya hasan.
[2] Dengan menjauhkan diri dari majelis-majelis ghibah dan namimah serta ngerumpi yang tidak bermanfaat.

Share this:

Posting Komentar

Pesan dan Saran

Nama

Email *

Pesan *

 
Copyright © 2014 KELOMPOK KERJA PENYULUH (POKJALUH) KEMENTERIAN AGAMA PADANG PARIAMAN. Designed by oddthemes @ Khazhaqi Computer