Ringkasan
dari Kitab Mensucikan Jiwa karangan Sa’id Hawa
(intisari
ihya’ ulumudin al-Ghazali)
Oleh:
Helmira Marna, S.Hi
Cara-cara menyucikan Jiwa antara
lain adalah dengan mengendalikan lidah . karena ada beberapa jenis perkataan
yaitu:
v
Perkataan yang buruk
v
Perkataan yang lebih buruk
v
Keji
v
Lebih keji
v
Baik
v Dan lebih
baik
(Allah menganjurkan kita mengucapkan perkataan
yang lebih baik).
(Qs.
al-isra’ ayat 53 artinya: “dan katakanlah kepada hamba-hambaku: ‘hendaklah
mereka mengucapkan yang lebih baik. Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan
perselisihan diantara mereka).
Kewajiban
utama kita dalam urusan lidah:
v
Menggunakannya dalam dakwah kepada kebaikan
(Qs.
Ali Imran : 104)
v
Amar ma’ruf
nahi munkar
(Qs.
Ali Imran :104)
v
Mendamaikan persengketaan
(QS. an-Nisa’:114)
v
Menyerukan kebaikan dan taqwa
(Qs.
al-Mujadilah:9)
Kenapa kita harus mengetahui dan
mempelajari tentang keburukan?
عرفت الشر لا للشر لكن لتوقيه ومن لا يعرف الشر يقع فيه
Artinya: “aku mempelajar keburukan bukan untuk keburukan,
tetapi untuk menghindarinya. Siapa yang tidak mengetahui keburukan pasti
terjatuh ke dalamnya.
BAHAYA
LIDAH DAN KEUTAMAAN DIAM:
v
Siapa yang diam pasti selamat من صمت نجا (HR Tirmidzi, hadits gharib
dan diriwayatkan thabrany dengan sanad jayyid)[1]
v
Diam adalah kebijaksanaan, tetapi sedikit sekali
orang yang melakukannya. (luqman)
v
Uqbah bin ‘Amir pernah bertanya kepada
Rasulullah S.A.W, apakah jalan keselamatan? Nabi S.A.W menjawab: “tahanlah
lidahmu, perluaslah rumahmu dan tangisilah kesalahanmu. (HR Tirmidzi, hadits
hasan)
v من يتكفل لي بما بين لحييه ورجليه أتكفل له بالجنة ( رواه
البخاري)
Artinya: “siapa yang menjamin untuk ku apa yang
ada diantara dua janggutnya dan dua kakinya maka aku menjamin untuknya sorga.
v Ibn Mas’ud
mengatakan: “wahai
lidah, berkatalah yang baik pasti kamu beruntung dan diamlah dari mengatakan
keburukan pasti kamu selamat sebelum menyesal”.
يا لسان قل خيرا تغنم واسكت عن شر تسلم من قبل أن تندم
v
Hasan al-Basri mengatakan: “sesungguhnya lidah
orang mukmin berada di belakang hatinya. Apabila ingin berbicara tentang
sesuatu maka ia merenungkannya dengan hatinya kemudian lidahnya melaksanakan.
Sedangkan lidah orang munafiq berada di depan hatinya. Apabila menginginkan
sesuatu maka ia menunaikannya dengan lidah dan hatinya.
v
Umar menyatakan: “siapa yang banyak omongannya
banyak kesalahannya. Siapa yang banyak kesalahannya banyak pula dosanya dan
siapa yang banyak dosanya maka api neraka lebih cocok untuknya.
v
Kenapa diam memiliki keutamaan? Karena pada
lidah banyak terdapat penyakit, seperti salah ucap, dusta, namimah, riya, nifaq
dan lain-lain. Sedangkan sedangkan diam adalah jalan keselamatan, mengandung
kewibawaan, konsentrasi untuk berfikir, dzikir dan ibadah.
20 PENYAKIT LIDAH:
1.
Pembicaraan yang tidak berguna
v
من حسن إسلام المرء تركه
ما لا يعنيه (diantara tanda baiknya keislaman seseorang
adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna)
v
Siapa yang mengatakan sesuatu yang tidak
bermanfaat maka dia dihisab atas perkataanya. Jika perkataannya tidak mubah
maka tidak tersedia sorga baginya. Di samping bahwa pertanyaan dalam hisab itu
sendiri merupakan salah satu jenis siksaan.
v
Batasan perkataan yang tidak bermanfaat adalah
anda mengatakan suatu pembicaraan yang sekiranya tidak diucapkan maka anda
tidak berdosa dan tidak membahayakan keadaan
maupun harta.
v
Penyebab penyakit ini adalah rasa ingin tahu apa
yang tahu apa yang tidak gbermanfaat baginya. Atau bermanis kata sebagai ungkapan
kasih sayang, atau mengisi waktu dengan berbagai cerita yang tidak bermanfaat
v
‘Ilaj (Obat)nya adalah mengetahui bahwa
kematian ada dihadapannya, bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban atas
setiap kata yang diucapkan. Bahwa nafasnya adalah modal, lidah adalah jarring
yang bisa dipakai untuk mendapatkan bidadari sorga. Sehingga menyia-nyiakan hal
tersebut adalah kerugian.
v
Obat yang lain bisa dengan melakukan ‘uzlah’[2] atau meletakkan kerikil di dalam mulutnya atau
mewajibkan diri untuk diam dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
2.
Berlebihan dalam berbicara (
الفضول من الكلام)
v
Yaitu
berbicara yang tidak bermanfaat dan menambah pembicaraan sehingga melebihi
keperluan. Jika telah sampai maksud perkataan dengan satu kalimat, namun masih
ditambah dengan kalimat ke-2, maka kalimat ke-2 adalah kelebihan. Hal ini
tercela, meskipun tidak mengandung dosa dan bahaya.
v
Rasulullah S.A.W bersabda:”berbahagialah orang
yang dapat menahan kelebihan lidahnya (berbicara) dan menginfakkan kelebihan
hartanya”.
v
Apabila seseorang berada dalam sebuah majlis
lalu berambisi untuk bicara maka hendaklah ia diam dan apabila ia diam, lalu selalu
ingin diam, maka hendaklah ia bicara.(perkataan kaum bijak bestari)
v
Termasuk fitnah seorang alim ialah jika ia lebih
suka berbicara ketimbang mendengarkan. Jika sudah ada orang yang berbicara
cukup maka mendengarkan adalah keselamatan. Sedangkan ikut bicara adalah
kelebihan omongan dan kekurangan. ( Yazid bin Abu Hubaib)
v
2 hal yang menghancurkan orang: kelebihan harta
dan kelebihan bicara (Ibrahim)
3.
Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil
v
Yaitu pembicaraan tentang berbagai kemaksiatan.
Seperti, menceritakan ihwal perempuan, minuman keras, tempat kesenangan orang
fasiq dan orang kaya dan lain-lain.
v
Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu
kalimat yang membuat teman-teman duduknya tertawa, tetapi ucapan tersebut
menjerumuskannya lebih jauh dari bintang tsuraya (HR Ibn Abi Dunya dengan sanad
Hasan)
v
Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu
kalimat yang tidak diperdulikannya tetapi Allah mengangkatnya dengan kalimat
itu ke tingkatan sorga yang tertinggi. (Abu Hurairah)
v
Orang yang paling besar dosanya pada hari kiamat
adalah orang yang paling banyak melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil
(HR Ibn Abi Dunya, sanadnya mursal dan perawinya tsiqah dan thabarany
meriwayatkan secara mauquf pada Ibn Mas’ud dengan sanad shahih)
v
Termasuk kategori ini adalah membicarakan
berbagai bid’ah dan berbagai mazhab yang sesat (kecuali untuk menolak dan
membantahnya), atau menceritakan peperangan sahabat dengan maksud merendahkan
sebagian sahabat.
4.
Perbantahan dan perdebatan
v
Jangan kamu mendebat saudaramu, janganlah kamu
mempermainkannya dan janganlah kamu membuat janji dengannya lalu tidak kamu
tepati (HR Tirmidzy)
v
Siapa yang meninggalkan perbantahan padahal dia
benar maka dibangun untuknya sebuah rumah di sorga yang paling atas. Siapa
yang meninggalkan perbantahan sedangkan
dia salah maka dibangun untuknya sebuah rumah di bagian pinggir sorga. (HR
Tirmidzi, hadits hasan)
5.
Pertengkaran
v
Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah
adalah orang yang paling keras dalam pertengkara. (HR Bukhari)
v
Jauhilah pertengkaran karena ia dapat mengikis
agama. (sebagian ulama)
6.
Memaksakan bersajak dan membuat-buat kefasihan
v
Yaitu mengeluarkan kata – kata dengan memaksakan
bersajak (menghias ungkapan), membuat – buat dan menga-ngada, bertele-tele dan
banyak retorika. Ini dinamakan takalluf dalam bicara.
v
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan
orang yang tempat duduknya paling jauh dariku adalah orang-orang yang banyak
bicara , sok tahu dan sok fasih dalam bicara”. (HR Ahmad, hadits hasan)
7.
Berkata keji, jorok dan cacian
v
Berkata keji, jorok dan cacian adalah sumber
keburukan dan kehinaan
v
“jauhilah kekejian karena Allah tidak suka
kekejian dan membuat-buat kekejian” (HR Nasa’I , Ibn Majah dan dishahihkan Hakim)
8.
Melaknati
v
Termasuk melaknat binatang, benda mati atau
manusia
v
Laknat berarti pengusiran dan penjauhan dari
Allah.
v
“Orang mukmin itu bukan orang yang suka mencela
“ ((HR Tirmidzi)
v
“Janganlah kalian saling melaknati dengan laknat
Allah dan jangan pula dengan kemurkaan-Nya atau dengan neraka jahannam.(HR
Tirmidzy)
v
Tidaklah suatu kaum saling melaknat kecuali
mereka akan terkena perkataan itu (Hudzaifah)
v
Tidak ada seseorang yang melaknat bumi kecuali
bumi itu akan berkata:”semoga Allah melaknat orang yang paling bermaksiat
kepada Allah.
9.
Nyanyian dan syair
v
Syair yang dicela adalah yang mengandung unsur
celaan dan dusta. Begitu juga nyanyian yang melalaikan. Jika isi kandungannya baik maka tidak mengapa.
Karena sesungguhnya diantara syair itu ada hikmah.
10. Senda
gurau
v
Yakni senda gurau yang berlebihan atau terus
menerus. Karena akan terjerumus kepada hal-hal yang sia-sia senda gurau juga akan menyebabkan banyak
tertawa sehingga bisa mematikan hati.
v
Senda gurau yang dibolehkan adalah yang
dilakukan sekedarnya dan tidak mengandung unsur kebohongan seperti sabda Nabi
S.A.W: “susungguhnya aku bersenda gurau tetapi aku tidak mengatakan kecuali
yang benar.
11. Ejekan
dan cemoohan
v
Wahai orang –orang yang beriman janganlah suatu
kaum mengolok-olok kaum yang lain.
Karena boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka yang
mengolok-olok. (QS. Al-Hujurat: 11)
12. Menyebarkan
rahasia
v
Termasuk khianat apabila kamu menyebarkan
rahasia saudaramu (al-Hasan)
v
Diharamkan karena mengandung bahaya dan
merupakan kehinaan sekalipun tidak mengandung bahaya.
13. Janji
palsu
v
‘Hai orang-orang yang beriman tepatilah
janji-janjimu (al-Maidah:1)
v
“3 hal siapa yang berada padanya maka dia adalah
munafiq: sekalipun puasa, shalat dan mengaku muslim, apabila berbicara
berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila diberi amanah mengkhianati”.
(HR Bukhari Muslim)
14. Berdustaan
dalam perkataan dan sumpah
v
“sesungguhnya dusta membawa kepada kedurhakaan,
sedangkan kedurhakaan menyeret ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang berdusta
hingga ditulis disisi Allah sebagai pendusta. (HR Ahmad)
15. Menggunjing
(Ghibah)
v
Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian
yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang
telah mati(al-Hujurat:12)
v
Makna ghibah: menyebutkan sesuatu yang tidak
disukai saudara seandainya ia mendengarnya. Baik kekurangan yang ada pada
badan, nasab, akhlak, perbuatan, perkataan, agama atau dunianya, bahkan
pakaian, rumah dan kendaraannya.
v
Ibn Sirin menyebut seseorang seraya berkata: dia
orang hitam, kemudian dia mengucapkan aku mohon ampun kepada Allah,
sesungguhnya aku telah menggunjingnya.
16. Namimah
(menghasut)
v
Tidak masuk sorga orang suka menghasut (HR
Bukhari muslim)
v
Tidak masuk sorga orang yang suka mengadu domba
(HR Thabrani)
17. Perkataan
yang berlidah dua
v
Siapa yang punya wajah dua di dunia maka dia
punya 2 lidah dari api pada hari kiamat. (HR Bukhari dan Abu Daud)
18. Sanjungan
v
Celaka kamu, kamu telah memenggal leher temanmu
seandainya dia mendengarnya niscaya dia tidak akan beruntung.
v
Jika salah seorang diantara kalian harus
menyanjung saudaranya, maka hendaklah dia mengatakan “aku menghargai si fulan,
tetapi aku tidak menyatakan kesucian seseorang dihadapan Allah. Allahlah yang
akan memuliakannya jika memang demikian halnya. (HR Bukhari muslim)
19. Kurang
cermat dalam pembicaraan
v
Nabi bersabda: janganlah salah seorang diantara
kamu berkata ‘apa yang dikehendaki Allah dan yang engkau kehendaki. Tetapi
katakanlah ‘apa yang Allah kehendaki kemudian yang engkau kehendaki.
20. Melibatkan
diri secara bodoh pada bebeberapa pengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan
v
Biarkanlah apa yang aku biarkan untuk kalian,
karena sesungguhnya orang-orang yang sebelum kalian binasa karena banyak
bertanya dan menentang Nabi mereka.


Posting Komentar